Friday, December 4, 2015

EKSISTENSI SITU CINYASAG DAN PERANANNYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT SEKITAR

Created by : 
Agus Gunawan 

Description
Eksistensi Situ Cinyasag Dan Peranannya Terhadap Kehidupan Masyarakat Sekitar. Penelitian ini membahas keberadaan Situ Cinyasag terutama bagi masyarakat di sekitarnya, Situ tersebut memiliki arti yang sangat penting. Selain memliki nilai sejarah Situ Cinyasag juga memiliki nilai sosial budaya, karena merupakan sumber mata air dan berfungsi menjaga keseimbangan alam. Secara tidak langsung pada umumnya Situ berperan sebagai penghasil oksigen melalui proses fotosintesaoleh berbagai fitoplankton yang hidup di dalamnya. Metode yang digunakan adalah: pemilihan topik; pengumpulan sumber data; verifikasi (kritik sejarah baik bersifat intern maupun ekstern); interpretasi; penulisan sejarah atau historiografi. Hasil penelitian ini bahwa ajaran dan pepatah luhur dari para pendahulu masyarakat Cinyasag dihormati dan dijunjung tinggi sampai generasi sekarang seperti hal-hal yang dianggap tabu, pantanganpantangan maupun anjuran-anjuran masih tetap dilaksanakan dan dipatuhi oleh sebagian besar masyarakat. Meskipun ada pula anggapan sebagian orang bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang bersifat takhayul (tidak mungkin dan mengabaikannya). Berbagai aktifitas masyarakat tidak dapat dipisahkan dari peranan Situ Cinyasag seperti dalam kehidupan keagamaan, sosial dan ekonomi. Upaya pelestarian Situ dilakukan masyarakat dengan membuat terasering yang tujuanya mencegah terjadinya erosi. Pemerintah setempat juga menerapkan larangan melakukan penebangan pohon khususnya di area sekitar Situ, apabila terjadi pelanggaran dikenakan denda. Semua itu dilaksanakan supaya kelestarian Situ tetap terjaga.

Keyword: Situ Cinyasag, Karakteristik dan Budaya, Kehidupan Masyarakat Sekitar.

JURNAL ARTEFAK Volume 1. Nomor 1. Januari 2013

Jurnal ARTEPAK, diterbitkan olah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan profesi guru IPS, kajian Sejarah Lokal & Nasional, Kebudayaan, dan Pendidikan. Diterbitkan secara berkala Dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Maret dan Agustus.
  1. EKSISTENSI SITU CINYASAG DAN PERANANNYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT SEKITAR (Agus Gunawan)
  2. POLITIK APARTHEID DI AFRIKA SELATAN (Agus Budiman)
  3. GERAKAN LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA (LDII) 1990-1998 (Sri Pajriah)
  4. KEBIJAKAN PEMERINTAH HINDIA BELANDA DIBIDANG HUKUM TERHADAP KEDUDUKAN PENJARA BANCEUY (1836-1942) (Yeni Wijayanti)
  5. SEJARAH BERDIRINYA PESANTREN MIFTAHUL HUDA KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA (Yat Rospia Brata)
  6. PERUNDINGAN ROEM-ROIJEN DALAM PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1949 (U. Runalan)
  7. PENGARUH PERANG KEMERDEKAAN II TERHADAP PENGAKUAN KEDAULATAN RI TANGGAL 27 DESEMBER 1949 (Yagus Triana)
  8. PERAN SYEKH H. ZAENUDDIN DALAM SYIAR ISLAM DI DESA BANTARKALONG KECAMATAN CIPATUJAH KABUPATEN TASIKMALAYA (H. Kuswandi)
  9. PENERAPAN MODEL KOLABORATIF DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DENGAN MEDIA TRADISI NGABUNGBANG UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN BUDAYA LOKAL (Wulan Sondarika)